Ini Respon Bupati SBB Terhadap Masa Aksi Penolakan Desa Lokki Sebagai Masyarakat Adat
Editor
21 Jan 2022 14:21 WIT

Ini Respon Bupati SBB Terhadap Masa Aksi Penolakan Desa Lokki Sebagai Masyarakat Adat

LIPUTAN SBB--Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Timotius Akerina merespon puluhan masa aksi demo, yang datang ke halaman kantor Bupati SBB di Piru, guna menyampaikan tuntutan meraka, agar bupati segera membatalkan tentang pengakuan dan perlindungan serta penetapan desa sebagai kesatuan masyarakat hukum adat di Kab SBB dalam hal ini Desa Loki sebagai Negeri adat.

Menanggapi tuntutan masa aksi tersebut, Bupati mengatakan, "Jadi terkait penentuan pengakuan kesatuan masyarakat hukum adat, ada tim identifikasi yang melakukan tugasnya, setelah hasil identifikasi keluar nantinya, saya yang akan mengeluarkan SK Bupati, karena dari surat inilah kita dapat pengembalian status dari Desa menjadi Desa Adat/Negeri," jelasnya.

"Untuk itu segera masukan data pembanding terkait desa lokki karena desa lokki sendiri telah memberikan datanya kepada pihak Pemda," ujar Bupati.

Hal tersebut di tegaskan bupati saat keluar dari kantor bupati menemui masa aksi pada saat itu.

Diketahui masa aksi tersebut, berasal dari beberapa dusun yang ada di Desa lokki. di antaranya Masyarakat Dusun Laala, Katapang, Olas, Ani, Tanah Goyang, dan Siaputi (Alkotas) dan Aliansi Keluarga Besar Huamual (Aliansi KBHI).

"Kami meminta kepada Bupati agar segera meninjau kembali hasil verifikasi penetapan Desa Lokki sebagai Negeri Adat berdasarkan persyaratan Negeri Adat yang dicantumkan dalam peraturan perundang-undangan," ungkap masa aksi yang membaca tuntutnya saat aksi demo berjalan di gedung kantor bupati SBB.

Tidak hanya itu, mereka juga mengancam jika Bupati SBB tetap mengesahkan SK yang sudah dikeluarkan atau tidak mengindahkan tuntutan masyarakat mereka ,Alkotas maka Alkotas akan keluar dari Desa Loki sebagai Desa induk. (*).

Dapatkan sekarang

Liputan Seram Barat, Ringan dan cepat
0 Disukai
Lihat Juga