DPRD SBB Akan Libatkan Inspektorat Melidik Pencairan ADD-DD Desa Nuruwe
Editor
21 Jan 2022 19:12 WIT

DPRD SBB Akan Libatkan Inspektorat Melidik Pencairan ADD-DD Desa Nuruwe

LIPUTAN SBB--Pencairan dana Alokasi Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), Desa Nuruwe diduga kuat tabrak aturan.

Hal tersebut terungkap di ruang Komisi I DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), saat rapat dengar pendapat di sana, bersama para angota Komisi I, perangkat desa Nuruwe dan juga Pihak Dinas Pemdes SBB. Kamis 20/01/2022.

Selain itu, dalam rapat tersebut angota DPRD Oktovianus Elly, dari Fraksi Golkar juga menyarakan ke Komisi agar, persoalan ini harus melibatkan pihak Inspekstorat Kabupaten SBB, guna menyelidiki lebih lanjut. Pasalnya anggaran telah dicairkan dan tidak melibatkan staf desa yang masih aktif, dan tidak hanya itu, honor mereka para staf desa itu juga tak kunjung dibayarkan padahal, dana telah cair dari beberapa bulan yang lalu.

"Berdasarkan beberapa laporan hari ini yang diterima DPRD dalam hal ini komisi I, bahwa pencairan dana ADD dan DD Desa Nuruwe telah dicairkan namun tidak melibatkan prangakat-prangkat desa," kata Ketua Komisi I Jamadi Darman, kepada media di ruang komisi. 

Untuk itu, kata Jamadi, Komisi mengangap bahwa pencairan tersebut salah prosedur.

"Dan hal ini sangat menyanyangkan mengapa angaran tersebut Pihak Dinas Pemdes bisa mencairkannya dengan mudah tanpa melihat aturan dan Juknis yang ada di Dinas Pemdes,". Kesalnya.

Lanjutnya, kan Pemdes pasti punya data terkait staf-staf Desa Nuruwe yang lama, lalu mengapa kemudian dana ADD-DD itu bisa dicairkan.

Kan aturanya kalau ada pergantian staf desa yang baru, harusnya ada rekomendasi dari Camat setempat, namun lagi-lagi, Camat tadi mengatakan bahwa pihaknya, belum memberikan rekomendasi, terkait pergantian staf yang baru di desa Nuruwe paska pencairan dana tersebut.

"Ia tentunya dengan berbagai pertimbangan dengan teman-teman di Komisi nanti kita akan meminta pihak Inspekstorat untuk melidik kasus ini," tandas Jamadi. 

Tanggapan Kades. 

"Pencairan ADD dan DD Desa Nuruwe yang tidak prosudural itu tidak benar," kata Kepala Desa Nuruwe Salmon saat dihubungi media ini via telepon selulernya. Jum'at (21/01/2022).

Menurutnya masalah pencairan ini sengaja didorong ke rana politik paska Pilkades serentak kemarin.

Tidak hanya itu, Dia, juga mengatakan kalu dirinya tidak hadir penuhi undangan DPRD untuk rapat dengar pendapat bersama Komisi I dikarenakan semua tudinggan terkait kasus tersebut tidak benar. (tr).

Dapatkan sekarang

Liputan Seram Barat, Ringan dan cepat
0 Disukai