by

Listrik Sering Padam di Buano, Hitimala Dialog dengan PLN

Liputan Seram Barat-Keluhan masyarakat Buano terkait tidak normalnya operasi PLN sub ranting Pulau Buano, yang menyebabkan terjadi pemadaman listrik secara jalur setiap malam membuat Anggota DPRD Seram Bagian Barat dari Fraksi Hanura, Yudin Hitimala turun lapangan, untuk melakukan tinjauan lansung di lokasi PLN Sub Ranting Pulau Buano pada minggu, 06 oktober 2019.

Hitimala yang merupakan putra Negeri Buano Utara ini, mendatangi lansung lokasi PLN di Jalan Kapitan Seke Negeri Busno Utara dan melakukan tinjauan terhadap kondisi mesin, serta berdialog lansung dengan Muhammad Syaukani Karepesina selaka Kepala PLN Sub Ranting Pulau Buano.

Menurut Hitimala menguraikan, berdasarkan hasil dialog lansung dengan Kepala PLN setempat, bahwa kondisi pemadaman listrik secara jalur beberapa bulan ini diakibatkan karena adanya proses normalisasi mesin, sehingga ada jalur-jalur listrik tertentu di masyarakat yang harus dipadamkan.

Namun menurutnya, bahwa kondisi ini dipastikan dalam waktu dekat pada minggu depan ini PLN sudah beroprasi normal sehingga masyarat diharapkan tidak boleh lagi gelisa dan bertanya-tanya.

Menurut mantan Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Pulau Buano (HIPMA Nusan Puan) ini, kondisi listrik di Pulau Buano membutuhkan daya sebesar 210 KW, sementara kekuatan daya yang dimiliki oleh PLN Sub Ranting Pulau Buano, hanya 200 KW sehingga kondisi ini sangat diperlukan adanya penambahan minimal 10 sampai 50 KW lagi.

Oleh karena itu, dia meminta kepada pihak Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dalam hal ini Bupati Moh. Yasin Payapo serta pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara agar dapat memikirkan permasalahan ini.

Dijelaskan, Pulau Buano tepatnya di Dusun Huaroa hingga kini akses PLN belum sampai ke sana, maka penambahan minimal 10 sampai 50 KW sangat diperlukan di LPN Buano, supaya menyentuh seluruh desa dan dusun di Pulau Buano, karena bicara soal lisrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga permasalahan ini harus secepatnya direspon, karena sangat berpengaru lansung dengan tingkat kesejahteraan dan perbaikan ekonomi masyarakat di sana.

Hitimala yang merupakan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Maluku ini juga menjelaskan, bahwa keluhan para pegawai PLN, sangat banyak terutama soal normalisasi PLN, yakni soal akses jalan dan akses komunikasi dimana ketika terjadi gangguan listrik maka medan hutan sangat sulit untuk ditempuh kerna mereka menempuhnya dengan jalan kaki, selain itu karena keterbatasan jaringan akses informasi sehingga ketika ada gangguan listrik di daerah dusun-dusun, informasinya lambat untuk sampai ke pihak PLN. Kondisi-kondisi ini menjadi kendalah besar di lapangan yang dihadapi oleh pihak PLN dalam melakukan pelayanan listrik kepada masyarakat setempat.

Ketua OKK DPC Partai HANURA SBB ini berharap kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kominfo Kabupaten Seram Bagian Barat, agar secepatnya menyelesaikan proses pekerjaan jalan lingkar di Pulau Buano serta mempercepat pekerjaan jaringan komunikasi di titik-titik desa dusun di Pulau Buano, yang hingga kini belum tersentu jaringan komunikasi.

Selaku Anggota DPRD yang terlahir dari Pulau Buano, Hitimala berkomitmen untuk memperjuangan permasalahan ini sesuai topoksinya, bahkan ia juga meminta kepada pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara untuk bisa fokus untuk melihat tenaga-tenaga honorer di PLN Sub Ranting Pulau Buano yang mayoritas 100 persen saat ini adalah tenaga kerja honorer.

Tenaga kerja di PLN Sub ranting Pulau Buano yang didominasi putra-putra Buano saat ini adalah tenaga honorer, sehingga PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara harus berupaya untuk meningkatkan status mereka menjadi tenaga kerja kontrak atau pegawai tetap agar profesionalisme kerja mereka bisa lebih ditingkatkan lagi.

Di singgung soal PLN Buano yang saat ini hanya beroperasi 12 jam mulai dari jam 6 soreh hingga jam 6 pagi, Hitimala berkomitmen akan meperjuangkankannya sesuai jalaur pejuangannya agar PLN sub Ranting Pulau Buano bisa beroperasi 24 jam.

In Shaa Allah saya akan berkomitmen memperjuangkan ini sesuai pupoksi saya selaku mandataris rakyat, semoga cita-cita dan harapan besar masyarakat Buano untuk menikmati listrik 24 jam ini dapat terjawab melalui perjuangan kita semua. Tentunya untuk mewujudkan itu tidak semuda membalik telapak tangan, karena kita butuh keberpihakan pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, serta keberpihakan pihak PLN Area Ambon dan PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara.(**)