by

Gempa 6,8 SR, 10 Warga SBB Dilarikan ke Rumah Sakit

LIPUTAN SBB, PIRU– Gempa berkekuatan 6,8 SR mengguncang Kota Ambon, dan Pulau Seram Bagian Barat (SBB) pada Kamis 26 September 2019 sekira pukul 08. 46. 45 WIT.

Lokasi gempa berada di3.38 LS,128.43 BT 40 km Timur Laut  dengan kedalaman 10 Km.

Sekitar 10 orang warga SBB dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Piru. 1 diantaranya masih anak-anak. Mereka terkena reruntuhan bangunan saat terjadi gempa.

Kepala Badan Penangulanagan Bencan Daerah (BPBD) Kabupaten SBB, Nasir Suruali langsung meninjau korban di ruang UGD Rumah Sakit Piru. Dia memastikan akan mendata setiap korban bencana. Ia berharap masyarakat tenang.

“Mengharapkan agar masyarakat tenang dan tidak panik menanggapi isu tsunami.
gempa tersebut tidak berpotensi sunami,” ujar Nasir saat dihubungi Liputan SBB.

Sementara 10 korban tersebut, dilaporkan terkena reruntuhan bangunan proyek di Desa Waihatu Kecamatankairatu-Kairatu Barat SBB.

Di Kota Ambon

Sementara itu, di Kota Ambon, dua orang dilaporkan meninggal dunia. Satunya warga Nania yang tertimbun longsong akibat gempa. Yang satunya adalah Staf di Rektorat IAIN Ambon, bernama Narti Rotah. Dia meninggal terkena reruntuhan Gedung Rektorat IAIN Ambon.

Masyarakat Kota Ambon panik, berhamburan keluar rumah dan memilih selamatkan diri ke dataran tinggi. Meski telah dihimbau tidak berpotensi tsunami.

Satu jam berselang, gempa susulan masih terasa. Berkekuatan magnitudo 5,6. Terjadi di timur laut Ambon, Maluku, pada 09.39 WIT.

Data BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 09.39 WIT dengan kekuatan magnitudo 5,6 dengan pusat gempa ada di kedalaman 10 kilometer di bawah laut dan berjarak 18 km sebelah timur laut Ambon.

Dilaporkan, kerusakan yang paling parah terdapat di Desa Wai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Sekitar 50 persen rumah ambruk karena gempa.

Laporan Tabran Rumonin